Salah satu inovasi yang dilakukan Hino adalah dengan mengembangkan teknologi Digital Pre Delivery Inspection (Digital PDI), yakni sistem inspeksi kendaraan berbasis digital menggantikan proses pencatatan manual. Melalui sistem ini, seluruh hasil pemeriksaan terdokumentasi secara digital, tersimpan di cloud, dan menggunakan daftar pemeriksaan yang selalu diperbarui mengikuti perkembangan teknologi kendaraan.
"Digitalisasi tersebut membuat proses inspeksi menjadi lebih praktis, akurat, transparan, dan mudah dipantau, baik oleh Hino maupun mitra karoseri," kata Heri Komala.
Truck & Bus Bodymaker HMSI Dody Pramono menyebutkan selain digitalisasi, perusahaan terus memperkuat Bodymaker Standardization Program yang mengacu pada Body Mounting Manual (BMM). Pedoman teknis ini mengatur proses pembangunan bodi kendaraan, mulai dari metode pemasangan, distribusi beban, hingga aspek keselamatan agar sesuai dengan spesifikasi sasis Hino.
Standarisasi tersebut dilakukan melalui pembinaan, audit, dan sertifikasi terhadap perusahaan karoseri. Tujuannya memastikan setiap kendaraan dibangun sesuai standar sehingga memiliki kualitas yang konsisten, daya tahan optimal, serta mampu mendukung produktivitas pelanggan dalam jangka panjang.
"Body Mounting Manual menjadi acuan kami bersama mitra karoseri untuk memastikan setiap kendaraan dibangun sesuai standar Hino. Dengan kualitas yang terjaga secara konsisten, pelanggan dapat mengoperasikan kendaraannya dengan lebih aman, andal, dan produktif," ujar Dody Pramono.
Dia menilai kolaborasi antara pabrikan dan perusahaan karoseri menjadi faktor penting dalam menghadirkan kendaraan niaga yang tidak hanya memenuhi kebutuhan operasional, tetapi juga memiliki standar keselamatan tinggi. Penerapan digitalisasi dan standarisasi, setiap kendaraan yang diterima pelanggan diharapkan siap beroperasi dengan kualitas terjamin.