JAKARTA, iNews.id – Toyota Indonesia angkat bicara mengenai konflik geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat-Israel dengan Iran. Pabrikan otomotif asal Jepang itu menyatakan saat ini masih menerapkan strategi wait and see sambil memantau perkembangan situasi global.
Perusahaan menilai hingga saat ini konflik tersebut belum memberikan dampak langsung terhadap aktivitas bisnis maupun pasar otomotif di Indonesia.
Pihak Toyota menyebutkan kondisi global masih sangat dinamis sehingga perusahaan memilih menunggu perkembangan lebih lanjut sebelum mengambil langkah strategis.
“Untuk saat ini belum ada pengaruh. Kita masih melihat perkembangan,” ujar Direktur Marketing PT Toyota-Astra Motor (TAM) Jap Ernando Demily di Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Meski begitu, Jap Ernando mengakui konflik geopolitik berpotensi memengaruhi kondisi ekonomi makro. Jika situasi terus memanas, dia tak menampik dampaknya bisa menjalar ke berbagai sektor termasuk industri otomotif nasional.
Menurutnya, stabilitas ekonomi global memiliki hubungan erat dengan permintaan kendaraan. Ketika kondisi ekonomi terganggu, daya beli masyarakat bisa ikut terdampak.
“Pastinya ekonomi makro akan berpengaruh pada pasar otomotif di Indonesia,” kata Jap Ernando.