Tidur di Mobil dengan AC Menyala, Ini 4 Hal Harus Diperhatikan agar Aman

Niko Prayoga
Apa saja yang perlu diperhatikan jika ingin tidur atau beristirahat di dalam mobil dengan AC menyala? (Foto: Ilustrasi AI)

Sementara mobil listrik menggunakan baterai sebagai sumber energi sehingga tidak memiliki proses pembakaran bahan bakar. Karena itu, kendaraan listrik tidak menghasilkan emisi knalpot karbon monoksida seperti mobil bermesin pembakaran internal.

“Bahkan, beberapa produsen mobil listrik menyediakan fitur khusus, seperti Camp Mode dan Utility Mode. Tapi, yang namanya risiko pasti tetap ada,” ujarnya.

Meski begitu, bukan berarti tidur di mobil listrik dengan AC menyala dapat dilakukan sembarangan. Menurut Bang Sap, kualitas udara di dalam kabin juga perlu diperhatikan karena manusia tetap menghasilkan karbon dioksida (CO2) saat bernapas.

"Walaupun mobil listrik enggak menghasilkan karbon monoksida, kita sendiri yang menghasilkan karbon dioksida dari napas. Kalau udara di kabin terus-terusan cuma diputar menggunakan mode recirculation dengan sedikit udara masuk, karbon dioksida bisa menumpuk," katanya.

Penumpukan CO2 dapat menurunkan kualitas udara di dalam kabin. Kondisi tersebut berpotensi membuat seseorang lebih mengantuk, cepat lelah, hingga mengalami penurunan konsentrasi.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
1 hari lalu

Jangan Asal Tidur di Mobil dengan Kondisi AC Menyala, Ini Risikonya

3 tahun lalu

Tidur dalam Mobil Ingat Jendela Jangan Ditutup Rapat, Jika Tidak Ini yang Akan Terjadi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal