Perubahan emosi tersebut perlu diperhatikan terutama jika terjadi berulang dan mulai mengganggu aktivitas maupun hubungan seseorang dengan orang-orang di sekitarnya.
3. Cemas dan Overthinking Berlebihan
Indikator ketiga berupa rasa cemas yang berlebihan. Seseorang dapat mengalami kepanikan dan kegelisahan terus-menerus, yang dalam istilah yang banyak digunakan anak muda kerap disebut sebagai overthinking.
“Cemas yang berlebihan, cemas yang berlebihan sebenarnya overthinking kalau bahasanya Gen Z, jadi panik segala macam, gelisah,” ujar Dante.
Dante menegaskan, merasa sedih, cemas, atau mengalami kesulitan tidur sesekali merupakan bagian dari dinamika kehidupan. Namun, masyarakat perlu waspada jika gejala tersebut berlangsung konsisten selama lebih dari dua minggu.
“Itu dalam waktu dua minggu, nah cut-off point-nya dua minggu. Kalau sewaktu-waktu kita namanya hidup kadang-kadang juga depresi, kadang-kadang juga cemas, kadang-kadang juga susah tidur, tapi kalau ini berlangsung selama dua minggu dari gangguan fisik, emosi, dan perilaku, sulit konsentrasi, perubahan pola bicara dan aktivitas yang mencolok lebih dari 2 minggu, maka harus cepat-cepat diidentifikasi sebagai kelainan jiwa,” katanya.