2. Menghitung Volume Silinder
Metode kedua menggunakan rumus geometri untuk menghitung volume tabung. Rumusnya adalah:
CC = π × (jari-jari piston × jari-jari piston) × panjang langkah piston
Nilai π atau phi adalah 3,14, sedangkan jari-jari piston merupakan setengah dari diameter piston.
Sebagai contoh, motor dengan diameter piston 58 mm memiliki jari-jari 29 mm. Jika panjang langkah piston 58,7 mm, maka perhitungannya adalah:
3,14 × (29 × 29) × 58,7.
Hasil perhitungan tersebut mendekati angka 155 cc.
Metode ini pada dasarnya menghasilkan angka yang hampir sama dengan metode pertama.
3. Menggunakan Aplikasi Kalkulator CC
Di era digital, menghitung kapasitas mesin juga dapat dilakukan menggunakan aplikasi. Saat ini tersedia berbagai aplikasi kalkulator otomotif yang dapat diunduh melalui ponsel pintar.
Pengguna hanya perlu memasukkan data diameter piston dan panjang langkah piston. Setelah itu, aplikasi akan menghitung secara otomatis dan menampilkan hasil kapasitas mesin motor.
Cara ini dinilai lebih praktis bagi pengguna yang tidak ingin melakukan perhitungan manual.
4. Menghitung Mesin Lebih dari Satu Silinder
Beberapa motor memiliki lebih dari satu silinder, seperti motor sport dengan konfigurasi dua, tiga, atau empat silinder.
Cara menghitungnya tetap sama. Pengguna cukup menghitung kapasitas satu silinder terlebih dahulu menggunakan rumus yang ada. Setelah itu, hasilnya dikalikan dengan jumlah silinder yang dimiliki motor.
Misalnya, jika satu silinder memiliki kapasitas 150 cc dan motor memiliki dua silinder, maka total kapasitas mesin menjadi 300 cc.