JAKARTA, iNews.id - Memasuki 2026, pasar sepeda motor listrik di Indonesia masih menghadapi tantangan. Mulai dari kondisi ekonomi, persaingan pasar yang semakin ketat hingga belum adanya kepastian insentif, membuat pabrikan otomotif bekerja keras berinovasi.
Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) mencatat penjualan motor listrik di Indonesia sekitar 55.000 unit pada 2025. Meski kecil, jumlah tersebut mereka nilai masih baik mengingat tidak ada insentif motor listrik hingga berbagai tantangan industri lainnya.
Menyikapi itu, produsen kendaraan listrik Yadea terus melakukan inovasi dan strategi guna menarik konsumen beralih ke kendaraan tanpa emisi. Terbaru, mereka merangkul komunitas anak muda lewat ajang Yadea Dance Competition, pada 6 Desember 2025 hingga 31 Januari 2026.
"Yadea Dance Competition menegaskan peran pabrikan sebagai brand yang tidak hanya menghadirkan produk mobilitas modern, tetapi juga mendukung semangat komunitas muda dalam mengekspresikan diri dan menginspirasi," ujar Vice General Manager PT Yadea Indonesia Distributor, Andy Luo dalam keterangan persnya dilansir Kamis (8/1/2025)
Saat ini, tercatat ada sekitar 55 merek motor listrik di Indonesia. Bila tidak berinovasi, hal tersebut membuat persaingan di pasar motor listrik sulit dihadapi.