Untuk di Adiputro, Yohan mengungkapkan konsumen tidak bisa mengubah desain yang sudah ditetapkan perusahaan karoseri. Sedikit modifikasi diperbolehkan agar sesuai dengan medan jalan yang dilalui.
Seperti PO SAN, lanjut dia, saat memesan bodi bus dari Adiputro bemper depan sedikit naik agar tidak menyulitkan sopir saat masuk ke kapal feri. Beberapa hal juga dihilangkan seperti selendang dan lubang udara pada kap mesin.
“Konsumen tidak bisa meminta dibuatkan desainnya sendiri. Jadi kami menggunakan yang sudah ada. Ini masalah regulasi dan ada banyak perhitungan yang dilakukan kalau mengubah desain secara keseluruhan,” kata Yohan.
Yohan membocorkan Adiputro kemungkinan bakal mengeluarkan model baru yang bisa lebih menarik perhatian penumpang. “Kami kan 5 sampai 6 tahun itu memperbarui desain. Mungkin tahun depan akan keluar model baru,” ujarnya.
Sementara itu, karoseri Laksana telah mengekspor bus buatannya ke Bangladesh. Banyak perusahaan di sana yang mencontek desain bus Laksana. Sementara itu, Tentrem membangun bus ke negara Kongo atas pesanan khusus.