Untuk memahami apakah bus Rosalia Indah sudah memiliki standar pelayanan, Dimas investigasi berpura-pura menjadi penumpang. (Foto: Tangkapan Layar PerpalZ TV)
Melati Pratiwi

JAKARTA, iNews.id - Perusahaan otobus (PO) di Indonesia terus berkembang. PO besar yang bertahan dan tumbuh kini dilanjutkan generasi kedua. 

Salah satunya PO Rosalia Indah. Pemilik moda transportasi premium asal Palur, Karanganyar, Jawa Tengah ini, Yustinus Soeroso, mulai menyerahkan tongkat estafet kepada putranya. 

Salah satunya FX Adimas Rosdian (Dimas). Saat baru lulus kuliah dari Australia, dia diminta sang ayah kembali untuk mengurus perusahaan. 

Dimas yang kini menduduki Direktur PT Rosalia Indah Transport ini mengaku pernah melalui fase tidak paham apapun soal dunia bus. Untuk memahami apakah bus Rosalia Indah sudah memiliki standar pelayanan maupun kualitas yang sesuai, Dimas investigasi berpura-pura menjadi penumpang.

"Jadi awal-awal aku coba jadi penumpang, aku ingin merasakan sudah sejauh mana sebenarnya pelayanan Rosalia Indah, dunia bus seperti apa?" ujar Dimas, dikutip dari YouTube PerpalZ TV, Senin (4/7/2022).

Peristiwa itu terjadi pada 2011 silam. Mengenakan pakaian sederhana yakni hoodie dan topi, Dimas memilih rute Yogyakarta - Merak dan berlanjut ke Lampung.

Selama menaiki bus Rosalia Indah dari Yogyakarta, dia memiliki pengalaman yang tak pernah dilupakan. Aroma kurang sedap tercium hingga tempat duduknya.

"Karena duduknya agak ke belakang itu bau pesing. Itu perjalanan dari Jogja ke Merak menikmati aroma toilet. Dari situ aku belajar oh ternyata ini akan mengurangi pelayanan," katanya.

Tak sampai disitu saja, kekurangan dari bus Rosalia Indah kembali ditemukan Adimas. Kali ini perkara kualitas mesin bus yang masih kurang baik. "Di Lampung busnya rusak, terus di Bandar Jaya busnya juga udah rusak" ujar Adimas.

Bukan cuma bus rusak yang mengganggu perjalanan kala itu. Sikap salah satu kru bus Rosalia Indah juga dirasa kurang menyenangkan.

"Aku tanya ke kernetnya, rusak lagi pak? Dia diem aja, lewat aja, dicuekin. Dalam hati penumpang kalau diperlakukan seperti ini agak kurang nyaman," katanya.

Dimas mencoba berbincang dengan salah satu penumpang. Ternyata berdasarkan pengakuan penumpang, bus Rosalia Indah memang kerap kali mengalami kerusakan. Namun, satu hal yang diapresiasi penumpang tersebut adalah pelayanan bus Rosalia Indah masih yang terbaik.

Perjalanan panjang Dimas dari Yogyakarta menuju Lampung pun akhirnya membawa pelajaran berharga. Dia sadar betul masih banyak yang harus dibenahi dari bisnis transportasi yang akan digelutinya.

"Ternyata banyak hal yang harus diperbaiki, pelayanan, cara komunikasi, kebersihan toilet, kerusakaan armada, kualitas armada, makan," ujarnya.

Bagi Adimas, keputusannya menyamar menjadi penumpang memberikan wawasan baru tentang apa yang harus dilakukan. Hingga kini, PO Rosalia Indah masih eksis dan menjadi salah satu armada bus dengan layanan premium. Bahkan, mereka memiliki pramugara dan pramugari.



Editor : Dani M Dahwilani

BERITA TERKAIT