Penjualan Mobil Terjun Bebas, Toyota Jaga Market Share 30 Persen

Dani M Dahwilani
Melihat penjualan buruk, Toyota berusaha menjaga market share alias pangsa pasar di angka 30 persen. (Foto: Dok/iNews.id)

"Bila melihat pencapaian penjualan, pandemi yang belum diketahui kapan berakhirnya, serta situasi makro ekonomi, target 600.000 unit tahun ini saya kira sulit dicapai. Mungkin akan di bawah itu," ujar Anton.

Diketahui, penjualan mobil yang sempat tumbuh hingga September 2020, kembali goyah dengan diberlakukannya PSBB di Jakarta selama tiga pekan. Di samping itu wacana pemerintah yang akan memberlakukan pajak 0 persen, membuat banyak konsumen menunda pembelian kendaraan.

Adapun penjualan mobil nasional whole sales (pabrik ke dealer) pada Januari-September 2020 mencapai 372.100 unit, turun 50,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu 775.100 ribu unit.

Sementara penjualan retail sales (dealer ke konsumen) pada Januari-September 2020 di angka 407.400 unit, turun 46,4 persen dibanding periode sama 2019 sebanyak 760.000 unit.

Adapun Toyota mencatatkan whole sales 128.800 unit, turun 46,4 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara retail sales 111.000 unit turun 54,4 persen dibandingkan periode yang sama 2019. Toyota masih bertengger di posisi puncak penjualan mobil nasional.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Penjualan Mobil Daihatsu Juni 2026 Naik 27 Persen, Gran Max dan Sigra Jadi Penopang

57 tahun lalu

Toyota Luncurkan Mobil Listrik Double Cabin Hilux EV, Gendong Mesin Baru

57 tahun lalu

Andalkan Mobil Harga di Bawah Rp300 Juta, Daihatsu Rebut Market Share 17,4 Persen

57 tahun lalu

10 Mobil Listrik Terlaris di Indonesia Mei 2026, Penjualan Anjlok Lebih dari 37 Persen

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal