Biasa disebut juga sebagai tari seudati inong karena bila dilihat dari gerakan, pola, teknik dan proses tarian ini mirip dengan tari seudati.
Tari laweut dan tari seudati sama-sama dimainkan oleh satu penyanyi dan delapan penari. Musik dan nyanyian memimpin mulainya tarian ini.
Dalam bahasa Arab kata lawuet memiliki arti selawat yang merupakan sanjungan untuk Nabi Muhammad SAW. Syair tarian ini juga mengandung banyak sanjungan selawat atas Nabi Muhammad SAW.
Sebelum menjadi nama Tari Lawuet, tarian ini dikenal dengan nama Tari Akoon (Seudati Inong).
Tarian ini cukup berkembang di masyarakat pesisir timur Aceh. Bemula dari alat musik yang masuk ke Aceh, yaitu Rapa’i yang diperkenalkan oleh Syekh Rifa’i dari Baghdad sebagai media dakwah Islam dan hiburan.