5 Tari Tradisional Aceh yang Populer, Nomor 3 Diperkenalkan Syekh Rifa’i sebagai Media Dakwah

Hanna Ratih Aninditya
Tari tradisional Aceh cukup salah satunya Tari Rapa’i Geurimpheng. (Foto: kebudayaan.kemdikbud.go.id).

Masyarakat Aceh sangat menyukai alat musik rapa’i, sehingga  dibuatlah Tari Rapa’i yang diambil dari nama Rifa’i. Sedangkan kata Geurimpheng memiliki makna “banyak macam”. 

Kemudian diambilah kata itu dan dijadikan satu menjadi nama Tari Rapa’i Geurimpheng. Nama tersebut juga menjadi gambaran jika tarian ini mempunyai kompisisi beraneka ragam dimulai dari gerakan kepala, badan, formasi, syair, hingga pukulan rapa’i.

Tarian dimainkan oleh 8-12 orang. Nilai-nilai yang terkandung didalamnya tentang ajaran Islam, dakwah juga nilai sufistik yang menyebar di masyarakat Aceh. 

Pernah menjadi tarian yang hampir punah, kemudian pada 2017 dilakukan revitalisasi bertujuan agar tarian ini kembali mendapatkan antusiasme dari masyarakat serta pemerintah. Selanjutnya, pada 2017 Tari Rapa’i Geumripheng ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTB Indonesia).

4. Tari Likok Pulo

Cukup berkembang dalam masyarakat Aceh dan khususnya masyarakat Pulo. Dalam tarian ini mengandur unsur-unsur nilai ajaran agama Islam. 

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gempa Bumi Guncang Sinabang Aceh, Cek Kekuatan Magnitudonya!

57 tahun lalu

Gempa Hari Ini Magnitudo 4,4 Guncang Gayo Lues Aceh

57 tahun lalu

Gempa Hari Ini Magnitudo 4,9 Guncang Sabang Aceh

57 tahun lalu

Mendagri Tito Karnavian Usul Dana Otsus Aceh Diperpanjang, Pemulihan Butuh 3 Tahun

57 tahun lalu

Sadis! Pria di Medan Tikam Teman Pakai Obeng hingga Tewas, Dipicu Dendam Lama

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal