Bantuan swadaya bagi pengungsi yang saat ini berada di rumah Yaniah (40), sepupunya, mulai berdatangan khususnya untuk kebutuhan anak mereka yang masih bayi.
"Tadi spontan kami di desa mengumpulkan sejumlah uang, ini saya serahkan amanah dari kawan-kawan di desa semoga bisa meringankan," kata Rofiq, salah seorang aparat desa yang menjenguk keluarga Chairul.
Sementara untuk Dewi Sekar Ayu yang masih bersekolah kelas V SD, juga mendapatkan perhatian dari SD Negeri 2 Pengambengan yang bersedia menampung sementara agar anak ini tidak terputus pendidikannya.
Selain SD Negeri 2 Pengambengan, MI Darussalam Pengambengan juga menyatakan siap menampung anak pengungsi ini, namun menyerahkan sepenuhnya pilihan untuk menentukan lokasi sekolah kepada Dewi.
Hingga informasi ini dilaporkan, beberapa pihak sudah menyatakan siap untuk memberikan bantuan kepada Chairul beserta keluarganya.
Sebelumnya diberitakan, gempa susulan berkekuatan 7,0 Skala Richter (SR) yang kembali mengguncang Lombok Timur, NTB membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah. Suasana Kota Lombok juga mencekam karena banyak warga yang menangis terutama anak-anak. Apalagi, semua listrik padam dan saluran komunikasi terputus.
Pantauan iNews di lapangan, Minggu (19/8/2018) malam pukul 22.45 WIB, banyak warga yang kebingungan mencari keberadaan sanak keluarganya. Mereka terpisah saat gempa susulan mengguncang karena masing-masing menyelamatkan diri.