Cerita Penumpasan Antek PKI di Pulau Bali, Pasukan Tameng Bersenjata Klewang

Miftahul Chusna
Apel Siaga kebulatan tekan mendukung Presiden Soekarno di Lapangan Puputan Badung, Denpasar, Bali pada 22 Februari 1966. (Foto/Repro/Arsip ANRI)

Pengawal setia Darta adalah Pekak atau kakek Pegeg. Dia bercerita panjang lebar tentang riwayat Gestok padanya.

Pengikut PKI saat itu lebih banyak jumlahnya dari PNI. Banyak warga yang ikut PKI karena dijanjikan akan mendapatkan tanah tegalan, ladang untuk bertani. PKI nanti yang membagikan tanah-tanah itu.

Men PKI menang kal guling nase adalah kata-kata Wayan Warda, tokoh PKI di desanya yang tidak dilupakan Kak Pegeg. Kalimat itu artinya: kalau PKI menang akan kita guling dia.

Kata-kata itulah yang selalu keluar darinya saat berada di depan massa PKI. Ini untuk mengancam Ketut Darta dan pengikutnya dari PNI yang akan diperlakukan seperti babi, diguling.

Janji itu tentu sangat menggugah masyarakat dan kemudian menjatuhkan pilihan mendukung setiap gerakan partai komunis nomor tiga terbesar di dunia saat tahun 1960an itu.

Editor : Reza Yunanto
Artikel Terkait
12 hari lalu

Viral Pria Bertudung Mencuri di Sejumlah Bar dan Restoran di Gianyar, Polisi Turun Tangan

13 hari lalu

Liburan Bersama Keluarga, WNA Inggris Tewas Tenggelam di Crystal Bay Nusa Penida Bali

16 hari lalu

Perempuan Bali Tewas di Pantai Purnama Gianyar, Diduga Jatuh ke Laut saat Ritual Melukat

22 hari lalu

World Encounter Summit 2026 di Bali, Tokoh Dunia Bahas Dampak AI Bagi Kemanusiaan

25 hari lalu

Eks Tentara Rusia Diadili Kasus Racik Narkoba Rp43,8 Miliar di Villa Bali

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal