Karantina Pekerja Migran Ditolak Warga, Satgas Covid-19 Bali: Mereka Bukan Penyakit

Antara
Sekda Bali Dewa Made Indra (Foto: Antara)

Terkait penolakan itu, Satgas Covid-19 menilai warga belum memahami maksud karantina. Warga menduga yang dikarantina adalah orang yang terinfeksi virus corona. Padahal mereka dikarantina demi mencegah penularan virus.

"Saya menyesalkan sebagian masyarakat yang menolak daerahnya untuk dijadikan tempat karantina. Saya tidak sepenuhnya menyalahkan, karena mungkin tidak sepenuhnya mendapat pemahaman yang utuh soal COVID-19, bagaimana penularan COVID-19 ini medianya melalui droplet atau percikan bersin dan batuk," ucapnya.


Dia menjamin, para pekerja migran yang mayoritas ABK itu telah menerapkan protokol kesehatan COVID-19 di tempat kerjanya. Mereka juga sudah melalui karantina, pemeriksaan kesehatan dan mengantongi sertifikat kesehatan sebelum pulang ke Indonesia.

"Sesungguhnya tidak perlu mereka ditakuti. Dari hasil rapid test yang dilakukan di karantina dan bandara, hampir semuanya negatif. hHanya satu atau dua orang yang positif, jadi mengapa ditolak?" ujarnya.

Dia menegaskan, karantina bukan tempat orang sakit, melainkan tempat menampung sementara. Para ABK itu sudah membawa health certificate, tetapi karena pihaknya ingin meyakinkan betul-betul mereka sehat, maka dilakukan tes ulang di tempat karantina.

Editor : Reza Yunanto
Artikel Terkait
13 hari lalu

Gempa Hari Ini Guncang Kuta Selatan Badung Bali, Cek Kekuatan Magnitudonya!

15 hari lalu

Antre BBM Berjam-jam di Jembrana Bali, Sejumlah Warga Pingsan hingga Dilarikan ke RS

20 hari lalu

Kesaksian ABK asal Bogor Selamat dari Eksekusi Perompak Somalia setelah Pura-Pura Mati

20 hari lalu

Mayat Perempuan Ditemukan dalam Kamar Kos di Gianyar, Polisi Turun Tangan

27 hari lalu

Selundupkan Ribuan Burung ke Sidoarjo, 2 WNA Vietnam Jadi Tersangka

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal