"Sudah saatnya mengubah filosofi ini menjadi tindakan nyata yang langgeng demi sungai yang lebih bersih, laut yang lebih sehat, dan masyarakat yang tangguh," ucapnya.
Memasuki siklus GEF-9, Indonesia juga menyambut fokus pada perairan tawar lintas batas, ekosistem pesisir, serta dukungan terhadap Perjanjian Keanekaragaman Hayati di Luar Yurisdiksi Nasional atau BBNJ.
Dia menekankan, perlunya perubahan pendekatan pendanaan, dari proyek-proyek terpisah menjadi investasi yang menghasilkan manfaat lingkungan jangka panjang.
"Setiap dolar yang diinvestasikan harus menghasilkan perbaikan yang terverifikasi dalam hal kualitas air, keanekaragaman hayati, penguatan kelembagaan, dan penghidupan masyarakat," katanya.
Dalam konferensi tersebut, dia mendorong peserta memperkuat tata kelola lintas batas, memperluas inovasi berbasis sains dan pendanaan, serta memastikan setiap program menghasilkan manfaat lingkungan yang nyata dan berkelanjutan.