"Mereka anak-anak biasanya datang untuk download materi, terus pulang. Nanti kembali ke sini lagi untuk kirim hasilnya lewat wifi lagi," tuturnya.
Mengingat keterbatasan tempat di balai banjar, penggunaan wifi tersebut dilakukan secara bergantian agar semua siswa di Banjar Petangan Gede bisa menggunakan fasilitas gratis itu. Tak lupa penerapan protokol kesehatan diterapkan selama berada di balai banjar.
"Jadi orang tua yang mengawasi selama anak-anak memanfaatkan wifi ini," tuturnya.
Sebelumnya, perangkat internet dan wifi di Banjar Petangan Gede ini dimanfaatkan untuk aktivitas Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) yang berjalan di Denpasar untuk mencegah penyebaran Covid-19.
Setelah PKM berakhir, agar tidak terbengkalai begitu saja, warga berinisiatif untuk memanfaatkan perangkat internet dan wifi tersebut untuk memudahkan anak-anak di banjar yang menjalani kegiatan belajar daring.