Pandemi, PMI Bali Catat Sudah 170 Pasien Covid-19 Terima Donor Plasma Konvalesen

Dewi Umaryati
Kantor UTD PMI Bali, di RSUP Sanglah Denpasar, Bali. (Foto: Antara)

DENPASAR, iNews.id - Selama pandemi Covid-19, Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Provinsi Bali mencatat 170 pasien Covid-19 telah menerima donor plasma konvalesen. Para pasien tidak hanya berdomisili di Bali, tetapi juga hingga Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
 
"Kami sempat mengirim terutama ke daerah Banyuwangi, Malang, Semarang dan di Lombok, Mataram," kata Kepala UTD PMI Provinsi Bali dr I Gede Wiryana Patra Jaya di RSUP Sanglah Denpasar, Senin (8/2/2021).
 
I Gede Wiryana Patra Jaya mengatakan terhitung sejak awal penerapan terapi plasma konvalesen pada Juli 2020 hingga saat ini, tercatat ada 341 kantong darah yang diperoleh dari 250 pendonor yang tercatat di UTD PMI Bali.
 
Jika pengambilan donor plasma konvalesen dilakukan secara reguler dapat menghasilkan satu kantong darah. Namun apabila diambil dengan metode apheresis akan memperoleh dua kantong darah. Menurut para ahli persentase kesembuhannya lebih dari 70 persen tetapi tergantung pada situasi kondisi pasien. 

"Dalam sambutan Pak Jusuf Kalla (Ketua Umum PMI)  sebelumnya mengatakan di Surabaya sampai di angka 90 persen dari terapi ini. Jadi dalam prosesnya bukan terapi plasma ini saja, tapi ada terapi yang lain, plasma ini sebagai pendukung," katanya.
 
Dia mengatakan terapi plasma konvalesen diberikan lebih awal untuk pasien Covid-19 yang berpotensi masuk dalam kategori berat dan kritis, sebagai langkah pencegahan.
 
Saat ini sudah ada kesadaran masyarakat untuk ikut donor plasma konvalesen. Hanya saja, persyaratannya berbeda dengan proses donor biasa. Untuk pendonor plasma konvalesen bagi laki-laki usia 17 sampai 60 tahun, sehat fisik, mental dan sebagainya. Tetapi secara spesifik ditujukan untuk perempuan yang belum pernah hamil dan belum pernah menerima transfusi darah.
 
"Setelah kami screening, ada juga yang titer antibodinya itu kecil itu, jadi sedikit antibodinya. Jadi, kami nggak bisa ambil karena kan ada hitungannya minimalnya baru dikatakan layak. Karena akan diberikan ke tubuh pasien dengan kondisi berat jadi butuh antibodi dari pasien yang sembuh," katanya.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
2 hari lalu

Perempuan Bali Tewas di Pantai Purnama Gianyar, Diduga Jatuh ke Laut saat Ritual Melukat

8 hari lalu

World Encounter Summit 2026 di Bali, Tokoh Dunia Bahas Dampak AI Bagi Kemanusiaan

11 hari lalu

Eks Tentara Rusia Diadili Kasus Racik Narkoba Rp43,8 Miliar di Villa Bali

13 hari lalu

WNA Polandia Hilang di Pantai Tembles Jembrana, Diduga Terseret Arus saat Berenang

13 hari lalu

2 WNI Tewas Kecelakaan di Guyana, Keluarga di Jembrana Tunggu Kepulangan Jenazah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal