Pemprov Bali Minta Peserta Upacara Adat Dibatasi, Kegiatan Tajen Dihentikan Sementara

Antara
Pemprov Bali meminta pelaksanaan upacara adat digelar terbatas untuk mencegah penyebaran Covid-19. (iNews.id/Bagus Alit)

Diberitakan sebelumnya, penyebaran Covid-19 dari klaster upacara adat di Bali makin meluas. Sejumlah pemangku atau pemimpin upacara adat umat Hindu positif terjangkit virus corona.

Salah satunya di Desa Adat Kuta. Bendesa Adat Kuta.

"Memang benar ada pemangku yang terkena," kata Bendesa Adat Kuta, I Wayan Wasista.

Dia menambahkan, mereka yang terpapar Covid-19 itu umumnya sudah berusia lanjut. Saat ini, pihak desa adat memastikan setiap upacara adat dan keagamaan dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan.

"Kami sedang memikirkan regenerasi agar yang memimpin upacara keagamaan bisa yang lebih muda," tuturnya.

Editor : Reza Yunanto
Artikel Terkait
6 hari lalu

Setahun Buron, Terpidana Penipuan Rp10 Miliar Ditangkap Tim Kejari Surabaya di Bali

13 hari lalu

Respons Ni Luh Djelantik soal Viral Klub Lari di Bali Diduga Tolak WNI: Ini Tanah Kami!

17 hari lalu

Gempa Hari Ini Guncang Kuta Selatan Bali, Cek Magnitudo dan Pusatnya

21 hari lalu

Isak Tangis Sambut Jenazah Angelica Warga Tegal Tewas Dibunuh WN Singapura di Bali

21 hari lalu

Tak Terima Cinta Diputus, WNA Singapura Cekik Pacar hingga Tewas di Denpasar Bali

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal