Sopir Jawa Bali Keluhkan Biaya Rapid Test Mahal, Tak Sebanding Penghasilan

Pande Wismaya
Sejumlah sopir lintas Jawa-Bali mengeluhkan mahalnya biaya rapid test ke DPRD Buleleng, Senin (21/6/2020). (Foto: iNews.id/Pande Wismaya)

BULELENG, iNews.id - Sejumlah sopir lintas Jawa-Bali mengadu ke DPRD Buleleng. Kedatangan mereka mengeluhkan biaya rapid test yang mahal. Tak sebanding dengan penghasilan yang diterima.

"Sebagai sopir penghasilan kami rendah tapi kami harus bayar rapid test mahal," ujar perwakilan sopir, Kadek Bagiarta di DPRD Buleleng, Senin (22/6/2020).

Bagiarta dan sejumlah rekan yang datang mengaku mewakili puluhan sopir lintas Jawa-Bali asal Buleleng yang merasa keberatan dengan biaya rapid test yang mahal.

Dia menjelaskan, sejak rapid test gratis di Pelabuhan Gilimanuk ditiadakan mulai 18 Juni 2020, para sopir harus melakukan rapid test mandiri. Untuk satu kali rapid test di puskesmas, tiap sopir harus mengeluarkan biaya Rp280.000 hingga Rp350.000.

Diakui Bagiarta, tarif tersebut memberatkan bagi para sopir yang mendapat penghasilan sekitar Rp120.000 untuk sekali mengantar barang ke Jawa.

Editor : Reza Yunanto
Artikel Terkait
3 hari lalu

World Encounter Summit 2026 di Bali, Tokoh Dunia Bahas Dampak AI Bagi Kemanusiaan

6 hari lalu

Eks Tentara Rusia Diadili Kasus Racik Narkoba Rp43,8 Miliar di Villa Bali

8 hari lalu

WNA Polandia Hilang di Pantai Tembles Jembrana, Diduga Terseret Arus saat Berenang

8 hari lalu

2 WNI Tewas Kecelakaan di Guyana, Keluarga di Jembrana Tunggu Kepulangan Jenazah

14 hari lalu

Pengedar Sabu dan Ekstasi Ditangkap di Denpasar, Polisi Sita Uang Rp10,2 Juta

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal