Tarian Adat di Bali yang Masih Ada hingga Saat Ini

Elizabeth Dian
Tari Pendet salah satu tarian paling tua di Pulau Bali. (Foto wikipedia).

2. Tari Rejang

Tari Rejang berasal dari rejang renteng yang ada di Desa Saren, Nusa Penida. Kemudian berkembang menjadi tarian. 

Rejang renteng berasal dari kata renteng atau rente yang memiliki arti tua atau renta. Tarian ini dibawakan oleh perempuan dan bukan sembarang orang yang bisa membawakan tarian ini. 

Hanya bisa dibawakan oleh pemangku istri. Saat membawakan tarian ini, penari memiliki taksu dan harus menarikannya dengan tulus dan ikhlas. 

Selain itu, jumlah penari wajib ganjil, mulai dari 3,5,7,9 dan seterusnya. Tarian ini juga mempunyai aturan jika dibawakan di pantai. Penari tidak diperkenankan membelakangi pantai dan penari harus saling berhadapan. Tarian sakral ini wajib ditarikan saat piodaland alit, madya, dan ageng.

3. Tari Payembrama

Payembrama berasal dari kata sambrama yang berarti selamat datang. Payembrama sendiri memiliki makna penyambutan, oleh karena itu tarian ini digunakan untuk penyambutan. 

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
14 hari lalu

Gempa Hari Ini Guncang Kuta Selatan Badung Bali, Cek Kekuatan Magnitudonya!

16 hari lalu

Antre BBM Berjam-jam di Jembrana Bali, Sejumlah Warga Pingsan hingga Dilarikan ke RS

21 hari lalu

Mayat Perempuan Ditemukan dalam Kamar Kos di Gianyar, Polisi Turun Tangan

1 bulan lalu

Penumpang KMP Cemerlang 55 Diduga Jatuh ke Laut di Gilimanuk, Masih Dicari Tim SAR

2 bulan lalu

Viral Pria Bertudung Mencuri di Sejumlah Bar dan Restoran di Gianyar, Polisi Turun Tangan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal