Dia mengungkapkan, pengakuan anak-anak tersebut, mereka telah menyaksikan secara langsung hubungan intim pasutri lebih dari satu kali. Ada yang membayar Rp5.000, beberapa dengan mi instan, kopi ataupun rokok.
“Dugaan kami lebih dari satu kali. Ini sesuai pengakuan anak-anak kepada kami,” ucapnya.
Diketahui, peristiwa pornoaksi ini mengemparkan warga Kecamatan Kadipaten, Tasikmalaya, Jawa Barat. Pasutri yang masih berusia muda dan bekerja serabutan ini menyediakan tontonan langsung hubungan intim mereka ke sejumlah anak-anak di bawah umur secara berbayar. Anak-anak tersebut menyaksikannya melalui jendela kamar rumah pelaku.