"Ular ini menyerang karena dua faktor. Pertama untuk memangsa, dan kedua untuk bertahan dari ancaman. Di antaranya saat akan ditangkap atau dievakuasi warga," ujar dia.
Penanganan medis pertama bagi orang yang terkena gigit ular yakni, meminimalisasi gerakan pada area yang terkena gigitan ular. Usahakan area yang tergigit tidak bergerak sama sekali untuk mencegah bisa menyebar ke bagian lain.
"Perlakuannya seperti pada patah tulang, jadi kita memasang kayu yang diikatkan dengan perban di bagian tubuh yang terkena gigitan. Tetapi jangan diikat terlalu kencang," ujar dia.
Setelah dilakukan upaya tersebut, barulah dibawa ke fasilitas kesehatan. Beberapa kali tindakan salah antara lain, melukai lokasi yang terkena gigitan atau membakarnya. Hal ini dinilai dapat membuat infeksi. Dilarang pula menghisap darah di lokasi gigitan karena racunnya dapat termakan.
"Uang paling bagus sesuai saran WHO yaitu imobilisasi di area gigitan," ujar dia.