Adapun kondisi wilayah sungai yang rusak dan banyak terjadi erosi serta sedimentasi menyebabkan potensi terbentuk bendung alami.
Ketika bendung alami tersebut menjadi besar oleh intensitas hujan tinggi, maka menyebabkan terjadi limpasan air beserta lumpur dengan jumlah yang besar dan cepat. Hal tersebut adalah banjir bandang.
Sementara analisis citra Himawari-8 LAPAN, sebelum terjadinya banjir bandang pada pukul 16.40 WIB, hujan terdeteksi terjadi sejak pukul 15.30 WIB. Intensitas hujan sedang 40 mm/jam hingga meningkat 100 mm/jam pada pukul 16.40 WIB.
"Intensitas hujan tertinggi berada pada bagian hulu yaitu di sekitar Gunung Salak," katanya.
Pantauan tersebut menimbulkan adanya kemungkinan hujan yang terakumulasi dalam 24 jam terakhir menjadi tertampung di daerah hulu. Akibatnya meluap dan menghancurkan bendung alami yang diduga terbentuk di bagian hulu sungai.