Cicurug Sukabumi Diterjang Banjir Bandang, Ini Analisis BNPB

Felldy Aslya Utama
Analisa BNPB kejadian banjir bandang Cicurug Sukabumi. (Foto BNPB).

Adapun kondisi wilayah sungai yang rusak dan banyak terjadi erosi serta sedimentasi menyebabkan potensi terbentuk bendung alami.

Ketika bendung alami tersebut menjadi besar oleh intensitas hujan tinggi, maka menyebabkan terjadi limpasan air beserta lumpur dengan jumlah yang besar dan cepat. Hal tersebut adalah banjir bandang.

Sementara analisis citra Himawari-8 LAPAN, sebelum terjadinya banjir bandang pada pukul 16.40 WIB, hujan terdeteksi terjadi sejak pukul 15.30 WIB. Intensitas hujan sedang 40 mm/jam hingga meningkat 100 mm/jam pada pukul 16.40 WIB.

"Intensitas hujan tertinggi berada pada bagian hulu yaitu di sekitar Gunung Salak," katanya.

Pantauan tersebut menimbulkan adanya kemungkinan hujan yang terakumulasi dalam 24 jam terakhir menjadi tertampung di daerah hulu. Akibatnya meluap dan menghancurkan bendung alami yang diduga terbentuk di bagian hulu sungai.

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
57 tahun lalu

31 Rumah di Banjar Rusak Diterjang Angin Kencang, BNPB: Waspadai Cuaca Ekstrem

57 tahun lalu

Banjir Bandang Terjang 5 Desa di Gorontalo Utara, Tinggi Air Capai 2 Meter

57 tahun lalu

Banjir Landa 3 Desa di Bandung, 75 Warga Mengungsi

57 tahun lalu

BNPB: Banjir di Blora Rendam Puluhan Rumah Warga hingga 2 Sekolah

57 tahun lalu

Banjir Bandang Terjang 2 Kecamatan di Semarang, 2 Orang Tewas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal