Cicurug Sukabumi Diterjang Banjir Bandang, Ini Analisis BNPB

Felldy Aslya Utama
Analisa BNPB kejadian banjir bandang Cicurug Sukabumi. (Foto BNPB).

Adapun kondisi wilayah sungai yang rusak dan banyak terjadi erosi serta sedimentasi menyebabkan potensi terbentuk bendung alami.

Ketika bendung alami tersebut menjadi besar oleh intensitas hujan tinggi, maka menyebabkan terjadi limpasan air beserta lumpur dengan jumlah yang besar dan cepat. Hal tersebut adalah banjir bandang.

Sementara analisis citra Himawari-8 LAPAN, sebelum terjadinya banjir bandang pada pukul 16.40 WIB, hujan terdeteksi terjadi sejak pukul 15.30 WIB. Intensitas hujan sedang 40 mm/jam hingga meningkat 100 mm/jam pada pukul 16.40 WIB.

"Intensitas hujan tertinggi berada pada bagian hulu yaitu di sekitar Gunung Salak," katanya.

Pantauan tersebut menimbulkan adanya kemungkinan hujan yang terakumulasi dalam 24 jam terakhir menjadi tertampung di daerah hulu. Akibatnya meluap dan menghancurkan bendung alami yang diduga terbentuk di bagian hulu sungai.

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
20 hari lalu

NTT Diguncang 7.029 Gempa Susulan, BNPB Minta Warga Waspada hingga September

21 hari lalu

Update Korban Meninggal Gempa NTT Bertambah jadi 103 Orang, Terbanyak di Manggarai

22 hari lalu

Viral Camat Protes Bantuan Gempa, Pemkab Manggarai Timur Buka Suara

22 hari lalu

Korban Meninggal Gempa NTT Bertambah jadi 91 Orang, 1.286 Luka-Luka

26 hari lalu

BNPB: Kekeringan Landa Klaten Jateng Berdampak ke 12.946 Warga

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal