Demi Konten, Nyawa Jadi Taruhan: Fenomena Kasus Tawuran Siswa hingga Aksi Terjun ke Sungai

Kastolani Marzuki
Tim iNews
Tiga pelaku utama tawuran konten Cirebon yang sebabkan satu orang tewas saat ditangkap polisi. (Foto: MPI/Muslimin)

Wakil Menteri Komdigi Nezar Patria menyebut berdasarkan survei yang menjadi rujukan pemerintah, tiga dari lima anak diketahui memalsukan usia untuk dapat mengakses platform media sosial. Pemerintah juga menekankan pentingnya pendampingan orang tua dan mekanisme pengawasan di lingkungan keluarga.

Fakta tersebut menunjukkan bahwa perlindungan anak di ruang digital tidak hanya bergantung pada aturan pemerintah dan teknologi platform.

Sekolah, orang tua, aparat penegak hukum, platform digital, dan anak sebagai pengguna juga berada dalam satu ekosistem yang saling berkaitan.

Pada akhirnya, persoalan tawuran yang dibuat menjadi konten maupun aksi ekstrem demi video bukan semata-mata tentang berapa banyak penonton yang berhasil diraih.

Yang lebih penting adalah bagaimana membangun kesadaran bahwa viralitas tidak boleh menjadi ukuran keberanian, sementara keselamatan justru menjadi hal yang dikorbankan.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
2 bulan lalu

Tawuran Pelajar di Kendari, 2 Siswa SMA Luka Terkena Busur di Kepala dan Pinggang

3 bulan lalu

Tawuran Maut Antargeng di Salatiga Gunakan Air Keras dan Sajam, 1 Orang Tewas 3 Luka

3 hari lalu

Viral Siswa SMP Alexandria School Bekasi Luka Parah Diduga Korban Bullying

5 hari lalu

Pemuda di Makassar Tewas Diduga Tertembak saat Tawuran, Propam Turun Tangan

11 hari lalu

Viral Pengemudi Dikepung Massa hingga Mobil Dirusak di Sarolangun, Ternyata Ini Awal Masalahnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal