Hoaks Bertebaran di Jabar, Konten Dikemas Lewat Gaya Satire dan Parodi 

Agung Bakti Sarasa
Hoaks masih bertebaran di Jabar, di antaranya melalui konten bergaya satire dan parodi yang banyak menyebar di medsos. (Foto: Ilustrasi) 

Video tersebut dibagikan dengan narasi bahwa TikTok, media sosial sekaligus platform video musik buatan perusahaan Cina ByteDance, bisa menyebabkan gangguan pada tubuh yang disebut TikTok Syndrome. 

Dalam video berdurasi 4 menit 29 detik itu, terdapat tiga remaja yang menceritakan kisahnya terkena TikTok Syndrome. Mereka adalah Santika Rahmi, Kesar, dan Renaldi.

"Ketiganya menyatakan bahwa akibat kecanduan bermain TikTok, tubuh mereka kerap bergerak sendiri. Mereka mengaku tidak bisa mengontrol tubuh mereka," kata Tommy. 

Kesembilan, berdasarkan aduan yang masuk ke Tim JSH, beredar sebuah foto surat Seruan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 6 tahun 2020 tentang Penghentian Sementara Hubungan Suami Istri Dalam Rangka Penghentian Penyebaran Virus Covid-19 di Lingkungan Keluarga.

Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Perwira TNI AL Dituding Peras Pemilik Kapal Tangker, Wakasal: Itu Hoaks Belaka

57 tahun lalu

Viral Sebar Hoaks Mengaku Dibegal, Remaja di Jember Diamankan Polisi

57 tahun lalu

Heboh Teror Pocong di Jember, 3 Remaja Penyebar Hoaks Gunakan AI Ditangkap

57 tahun lalu

Hoaks Video Satu Keluarga Bunuh Diri di Kebumen, Begini Fakta Sebenarnya

57 tahun lalu

TNI Minta Masyarakat Jangan Terprovokasi Hoaks OPM Tuduh Aparat Tembak Mati Pelajar di Yalimo

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal