Ketua MUI Jabar Minta Polda Jabar Usut Kasus Video Azan Jihad

Agus Warsudi
Ketua MUI Jabar Rachmat Syafe'i. (Foto: Istimewa)

Diketahui, ada lebih dari tiga video yang viral di media sosial terkait hal ini. Semua video menampilkan sekelompok jemaah mengganti Azan Salat 'Hayya 'alashshalaah menjadi 'Hayya Alajihad'. Tak hanya itu, ada juga jemaah yang membawa pedang ketika salat seperti di masa Nabi melakukan perang dengan kaum kafir.

Polisi menyatakan akan melakukan penyelidikan terkait munculnya video sekelompok masyarakat yang salat berjemaah membawa pedang serta adanya seruan untuk jihad atau perang. "Ya diselidiki (munculnya video itu)," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Jakarta, Senin (30/11/2020).

Dalam salah satu video yang diterima, setidaknya ada delapan orang yang menggelar salat jemaah dengan membawa senjata tajam (sajam) mulai dari pedang, celurit hingga bambu panjang. Kemudian, di video kedua, ada lima orang yang melakukan salat jemaah.

Mereka tampak seperti umat Islam menunaikan kewajibannya kepada Allah SWT. Namun ada yang berbeda, di barisan depan sang muazin mengganti bunyi Azan Salat 'Hayya 'alashshalaah menjadi 'Hayya Alasjihad'.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Viral Azan Hayya alal-Jihad, Nabil Haroen: Itu Bid’ah Dholalah

57 tahun lalu

Viral Video Azan Jihad, Salah Satu Lokasi Diduga di Majalengka

57 tahun lalu

Azan Dipelesetkan Jadi Seruan Jihad, Wamenag Minta Ormas dan Ulama Beri Pencerahan

57 tahun lalu

Viral Azan Jihad, Ulama NU: Tidak Ada Tuntunan, Pemerintah Wajib Menghentikan

57 tahun lalu

Viral Pelesetkan Azan untuk Seruan Jihad, Muhammadiyah: Perlu Tuntunan Islam yang Lurus

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal