Mengenal Bubur Sura Khas Muharram di Bantarwaru Majalengka, Tersaji di Waktu Tertentu

Inin nastain
Emak-emak sibuk menyajikan Bubur Sura di Blok Minggu, Desa Bantarwaru, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka. (Foto: iNews.id/Inin Nastain)

Selain hanya bisa ditemukan pada bulan Sura atau Muharram saja, penampilan dari Bubur Sura ini pun berbeda dengan bubur pada umumnya. Jika pada umumnya bubur berwarna putih, Bubur Sura ini memiliki warna yang cukup mencolok yakni Kuning.

Tidak ada minyak bawang yang berfungsi sebagai kuah, seperti halnya yang terlihat pada bubur ayam. Bubur Sura ini sama sekali tidak ada bahan cair, sebagai pengganti kuah.

Pada bagian atas, Bubur Sura cukup kaya dengan toping, telor dadar suwir, kol, cabai merah.

Pada zaman nenek moyang dulu, Bubur Sura juga dilengkapi dengan ubi-ubian yang dimasak jadi satu dalam wadah besar, juga biji asam yang terlebih dahulu direbus sampai empuk. Namun saat ini, tambahan tersebut tidak terlihat, mengingat sudah mulai sulit didapat.

"Konon kata orang tua, ini diambil dari sejarah Nabi Nuh, setelah selamat dari banjir besar. Beliau bersama pengikutnya memasak setiap bahan-bahan yang tersisa, selamat dari Banjir itu," kata dia. 

Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

10 Wisata Kuliner Legendaris di Kota Semarang, Nomor 7 Ada sejak Zaman Kolonial Belanda

57 tahun lalu

Nikmati Sensasi Makan Sepuasnya di Buffetlicious Aston Emidary Bangka!

57 tahun lalu

Kesan Presiden Afsel Usai Santap Kuliner Khas Nusantara Sulut hingga Kalsel di Istana

57 tahun lalu

3 Kuliner Purwokerto Malam Hari, Pas Buat Nongkrong Harga Ramah di Kantong

57 tahun lalu

Asal Usul Seblak yang Mendunia Dari Mana? Kini Dijadikan Alat Diplomasi Kuliner

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal