Munas NU Sepakati Tak Ada Lagi Penyebutan Kafir bagi Non-Muslim

Andi Mohammad Ikhbal
Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj saat membuka Munas Alim Ulama dan Konbes NU di Ponpes Miftahul Huda, Kota Banjar, Jabar. (Foto: istimewa)

Kendati demikian, kesepakatan tersebut bukan berarti menghapus kata kafir. Hanya saja, penyebutan kafir terhadap non-Muslim di Indonesia rasanya tidak bijak.

“Tetapi memberikan label kafir kepada warga Indonesia yang ikut merancang desain negara Indonesia rasanya kurang bijaksana,” ujar Kiai Moqsith.

Sebelumnya dalam sidang komisi, Muqsith menuturkan kata kafir seringkali disebutkan sekelompok orang untuk melabeli kelompok atau individu yang bertentangan dengan ajaran yang mereka yakini. Baik kepada non-Muslim, bahkan terhadap sesama Muslim sendiri.

Pembahasan ini dilakukan mengingat masih adanya sebagian warga negara lain yang mempersoalkan status kewargaan yang lain.

“(Mereka) memberikan atribusi teologis yang diskriminatif dalam tanda petik kepada sekelompok warga negara lain,” ucapnya.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
7 bulan lalu

Banjir 2 Pekan Lumpuhkan Jalur Alternatif Banjar–Banjarbaru, Sebagian Warga Mengungsi

7 bulan lalu

Banjir Meningkat, Puluhan Warga Banjar Mengungsi ke Dataran Tinggi

8 bulan lalu

Terungkap Motif Perkelahian Maut 2 Lawan 1 di Banjar, Dipicu Uang Rp10.000

8 bulan lalu

Perkelahian Sengit 2 Lawan 1 di Banjar Terekam CCTV, 1 Tewas Ditikam

12 bulan lalu

Tak Kunjung Pulang, Pemancing di Banjar Ditemukan Tewas Tenggelam di Kali

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal