PT Yihong PHK Massal Seluruh Karyawan, Ini Tanggapan Disnaker Cirebon

Donald Karouw
PT Yihong Novatex di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat melakukan PHK massal seluruh karyawan. (Foto: X)

JAKARTA, iNews.id – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Cirenon, Jawa Barat masih mengkaji keputusan PT Yihong Novatex yang melakukan PHK massal seluruh karyawan. PHK terhadap 1.126 pekerja itu diduga terjadi imbas aksi mogok kerja dan demo karyawan menuntut kenaikan upah.

Kepala Disnaker Cirebon Novi Hendrianto mengaku sedang mengkaji ulang keputusan PHK, mengingat PT Yihong Novatex Indonesia tidak dalam kondisi pailit. “Pihak perusahaan wajib menaati rekomendasi yang diberikan pengawas ketenagakerjaan,” katanya.

Saat ini, ribuan pekerja yang terkena PHK masih menunggu kepastian hukum atas hak-hak mereka. Banyak di antara mereka berharap perusahaan dapat kembali beroperasi agar bisa kembali bekerja.

sebelumnya, video sejumlah buruh mensweeping pabrik PT Yihong Novatex di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat dan mengajak para pekerja yang masih bekerja untuk mogok kerja dan ikut aksi demo viral di media sosial. 

Imbas ajakan mogok kerja dan demo tersebut, PT Yihong Novatex Indonesia memutuskan untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) seluruh karyawan. PHK massal ini terjadi sejak awal Maret usai pabrik yang bergerak di sektor sablon sepatu tersebut resmi menghentikan operasionalnya.

Usai PHK massal, seribuan buruh kembali berunjuk rasa menuntut kembali dipekerjakan.

Detik-detik aksi buruh melakukan sweeping itu terekam video amatir warga, salah satunya diunggah akun X, @RatunyaTagar.

PT Yihong Novatex Indonesia diketahui berlokasi di Desa Kanci, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Perusahaan asal China ini melakukan PHK massal setelah aksi mogok kerja dari para pekerja selama 4 hari.

Total ada 1.126 pekerja yang di-PHK setelah perusahaan menyebut merugi besar karena terjadi pembatalan pesanan buyer lantaran aksi mogok kerja tersebut.

Pihak manajemen menyampaikan perusahaan telah mengalami kerugian besar dan melakukan PHK kepada 1.126 pekerja karena aksi mogok kerja yang dilakukan selama 4 hari pada awal Maret lalu. Tekanan finansial akibat keterlambatan pengiriman barang karena pekerja tidak menyelesaikan pesanan dari pemberi kerja (buyer) sehingga membuat buyer akhirnya menarik pesanan.

Dengan tidak adanya pemasukan, membuat perusahaan tak bisa beroperasi dan berakhir tutup.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
11 hari lalu

Heboh Koperasi Desa Merah Putih di Cirebon di Tengah Kuburan, Begini Faktanya

14 hari lalu

Inovasi Aryanto Misel Cirebon, Sulap Kulit Singkong Jadi Bom Bola Pemadam Api

1 bulan lalu

Terekam CCTV! Kecelakaan 2 Mobil Tabrakan di Pantura Cirebon gegara Sopir Mengantuk

1 bulan lalu

Polisi Selidiki Kejanggalan Kebakaran Rumah di Cirebon yang Tewaskan Ayah dan Bayi

1 bulan lalu

Kebakaran Rumah di Cirebon Makan Korban Jiwa, Ayah dan Bayi Ditemukan Tewas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal