10 Ekor Sapi di Gunungkidul Mati Mendadak dalam 2 Hari

Suharjono
Sindonews
Petugas kesehatan hewan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunung Kidul, DIY, mengubur bangkai sapi antisipasi kasus antraks. (Foto: Antara/Sutarmi)

GUNUNGKIDUL, iNews.id - Warga Gunungkidul masih dihantui penyebaran virus antraks. Mereka semakin panik karena dua hari ini dilaporkan 10 ekor sapi mati mendadak.

Kepala Seksi Kesehatan Hewan dan Kesmavet Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Retno Widyastuti menjelaskan, penyebab sapi mati mendadak di Gunungkidul masih menunggu hasil laboratorium. Namun, dia menduga tidak semua sapi yang dilaporkan mati mendadak karena terserang antraks.

BACA JUGA: Pengamat Sebut Kemunculan Keraton Baru karena Kekecewaan Masyarakat

"Ini juga musim sapi sakit jadi kami terus pantau sapi yang dilaporkan mati mendadak tersebut," katanya, Rabu (22/1/2020).

Retno menegaskan tak hanya pemantauan, pengetatan lalu lintas ternak juga terus dilakukan.

"Kita terus antisipasi dengan pemberian formalin untuk desinfektasi," ujarnya.

Dia berharap masyarakat yang hewan ternaknya mati segera melapor untuk dikuburkan. Retno melarang warga menjual daging hewan ternak yang mati.

Editor : Nani Suherni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kasus Antraks Merebak, Penjualan Daging Sapi di Bantul Menurun

57 tahun lalu

Kematian Ternak Meningkat, Dinas Pertanian dan Pangan: Tidak Semua Kena Antraks

57 tahun lalu

27 Warga Gunungkidul Positif Antraks

57 tahun lalu

1 Orang Diduga Meninggal karena Antraks, Warga Gunungkidul Was-Was

57 tahun lalu

Kasus Antraks di Gunungkidul, Ini Hasil Investigasi Kementan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal