10 Ekor Sapi di Gunungkidul Mati Mendadak dalam 2 Hari

Suharjono
Sindonews
Petugas kesehatan hewan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunung Kidul, DIY, mengubur bangkai sapi antisipasi kasus antraks. (Foto: Antara/Sutarmi)

"Karena memang beberapa spot sedang wabah antraks. Makanya kami hati-hati, termasuk cara memguburkan hewan yang mati mendadak," katanya.

Sementara itu Kepala Dukuh Salaran Desa Ngoro-oro Endang mengakui ada satu sapi mati mendadak di wilayahnya. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan petugas Puskeswan dan dinas kesehatan untuk penanganan.

BACA JUGA: Menahan Tangis, Ratu Keraton Agung Sejagat Ngaku Kangen Anak 

"Hewan sudah dikuburkan oleh petugas dengan pakaian khusus," ujarnya.

Sepuluh sapi yang mati mendadak itu tersebar di sejumlah wilayah Gunungkidul. Mulai di Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Desa Pucung, Kecamatan Girisubo, Desa Plembutan, Kecamatan Playen.

Kemudian Desa Wiladeg, Kecamatan Karangmojo, Desa Ngalang, Kecamatan Gedangsari, Desa Banaran, Kecamatan Playen, Desa Pringombo, Kecamatan Rongkop, Desa Kelor, Kecamatan Karangmojo, Desa Ngoro-oro, Kecamatan Patuk dan serta Desa Wunung, Kecamatan Wonosari.

Editor : Nani Suherni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kasus Antraks Merebak, Penjualan Daging Sapi di Bantul Menurun

57 tahun lalu

Kematian Ternak Meningkat, Dinas Pertanian dan Pangan: Tidak Semua Kena Antraks

57 tahun lalu

27 Warga Gunungkidul Positif Antraks

57 tahun lalu

1 Orang Diduga Meninggal karena Antraks, Warga Gunungkidul Was-Was

57 tahun lalu

Kasus Antraks di Gunungkidul, Ini Hasil Investigasi Kementan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal