"Karena memang beberapa spot sedang wabah antraks. Makanya kami hati-hati, termasuk cara memguburkan hewan yang mati mendadak," katanya.
Sementara itu Kepala Dukuh Salaran Desa Ngoro-oro Endang mengakui ada satu sapi mati mendadak di wilayahnya. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan petugas Puskeswan dan dinas kesehatan untuk penanganan.
BACA JUGA: Menahan Tangis, Ratu Keraton Agung Sejagat Ngaku Kangen Anak
"Hewan sudah dikuburkan oleh petugas dengan pakaian khusus," ujarnya.
Sepuluh sapi yang mati mendadak itu tersebar di sejumlah wilayah Gunungkidul. Mulai di Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Desa Pucung, Kecamatan Girisubo, Desa Plembutan, Kecamatan Playen.
Kemudian Desa Wiladeg, Kecamatan Karangmojo, Desa Ngalang, Kecamatan Gedangsari, Desa Banaran, Kecamatan Playen, Desa Pringombo, Kecamatan Rongkop, Desa Kelor, Kecamatan Karangmojo, Desa Ngoro-oro, Kecamatan Patuk dan serta Desa Wunung, Kecamatan Wonosari.