Taj Yasin mengatakan ancaman kekeringan tidak hanya perlu direspons dengan langkah jangka pendek. Kondisi tersebut juga menjadi momentum untuk membenahi pengelolaan air dan memperkuat daerah resapan.
Menurutnya, pembangunan permukiman yang terlalu banyak menggunakan beton dapat mengurangi kemampuan tanah menyerap air. Karena itu, pembangunan infrastruktur perlu tetap menyediakan ruang agar air bisa meresap ke dalam tanah.
“Ini peringatan buat kita bahwa ke depan kita harus membenahi infrastruktur tanah kita. Pori-porinya harus diperhatikan,” ujarnya.
Gus Yasin mendorong pembangunan perumahan tidak sepenuhnya menutup permukaan tanah dengan beton. Keberadaan sumur biopori dan sumur resapan di lingkungan rumah juga dinilai perlu diperbanyak.
Langkah tersebut diharapkan dapat membantu menjaga cadangan air tanah sekaligus mengurangi dampak kekeringan ketika musim kemarau berlangsung lebih panjang.