14 Daerah di Jateng Dilanda Kekeringan, Pemprov Dorong Modifikasi Cuaca

Tim iNews
Kekeringan Jateng diperkirakan berlangsung hingga September 2026, Pemprov menyiapkan modifikasi cuaca dan distribusi air bersih. (Foto: Ist)

Taj Yasin mengatakan ancaman kekeringan tidak hanya perlu direspons dengan langkah jangka pendek. Kondisi tersebut juga menjadi momentum untuk membenahi pengelolaan air dan memperkuat daerah resapan.

Menurutnya, pembangunan permukiman yang terlalu banyak menggunakan beton dapat mengurangi kemampuan tanah menyerap air. Karena itu, pembangunan infrastruktur perlu tetap menyediakan ruang agar air bisa meresap ke dalam tanah.

“Ini peringatan buat kita bahwa ke depan kita harus membenahi infrastruktur tanah kita. Pori-porinya harus diperhatikan,” ujarnya.

Gus Yasin mendorong pembangunan perumahan tidak sepenuhnya menutup permukaan tanah dengan beton. Keberadaan sumur biopori dan sumur resapan di lingkungan rumah juga dinilai perlu diperbanyak.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu menjaga cadangan air tanah sekaligus mengurangi dampak kekeringan ketika musim kemarau berlangsung lebih panjang.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
6 hari lalu

Dilanda Kekeringan, Harga Beras di Mahakam Ulu Melambung Rp1 Juta per Karung

6 hari lalu

3 Bulan Dilanda Kekeringan, Warga Grobogan Saling Serobot Bantuan Air Bersih

7 hari lalu

Kekeringan Landa Kulonprogo, Baznas Salurkan 48.000 Liter Air Bersih ke Warga

8 hari lalu

Kekeringan di Majalengka, Warga Desa Kulur Berebut Bantuan Air Bersih

1 hari lalu

Gempa Hari Ini Guncang Kebumen Jateng, Cek Magnitudonya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal