Sementara, Sekretaris Camat Karimunjawa Nor Soleh mengatakan, kekosongan BBM sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir. Stok BBM jenis Pertalite dan Solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Karimunjawa sudah habis. Berdasarkan informasi dari pengelola SPBU, kata dia, pengiriman BBM terakhir diterima pada 18 Januari lalu dan belum ada pengiriman baru hingga saat ini.
"Sekarang BBM sudah tidak ada, kalaupun ada hanya penjual eceren itu pun tidak banyak dan juga stok di masing-masing tangki kendaraan warga," kata Nor di Karimunjawa, Senin (29 Januari/2018).
Dia menegaskan, stok BBM tersisa hanya untuk nelayan. Namun, jumlahnya sudah sangat menipis dan diperkirakan hanya bertahan untuk satu hari.
"Untuk nelayan memang masih tersedia, sedangkan untuk angkutan di darat sudah habis," katanya.
Dia mengaku, warga mulai resah dengan krisis stok BBM yang terjadi. Menurutnya, kondisi tersebut dipastikan akan mengganggu aktivitas warga khusunya untuk menunjang objek wisata di Karimunjawa yang membutuhkan BBM.
"Warga khawatir jika dalam beberapa hari ke depan belum ada pasokan," ungkapnya.