BMKG Tegaskan Cuaca Dingin dan Embun Beku Bukan karena Aphelion

Kastolani Marzuki
Embun beku atau bun upas menyelimuti seluruh tanaman di dataran tinggi Dieng, Banjarnegara, Jateng. (Foto: instagram)

Padahal faktanya, lanjut Mulyono, penurunan suhu belakangan ini lebih dominan karena dalam beberapa hari terakhir di wilayah Indonesia, khususnya Jawa, Bali, NTB, dan NTT kandungan uap di atmosfer cukup sedikit. Hal ini terlihat dari tutupan awan yang tidak signifikan selama beberapa hari terakhir.

Menurut Mulyono, secara fisis, uap air dan air merupakan zat yang cukup efektif dalam menyimpan energi panas. Sehingga, rendahnya kandungan uap di atmosfer ini menyebabkan energi radiasi yang dilepaskan oleh bumi ke luar angkasa pada malam hari tidak tersimpan di atmosfer dan energi yang digunakan untuk meningkatkan suhu atmosfer di atmosfer lapisan dekat permukaan bumi tidak signifikan. “Hal inilah yang menyebabkan suhu udara di Indonesia saat malam hari di musim kemarau relatif lebih rendah dibandingkan saat musim hujan atau peralihan,” katanya.

Selain itu, kata Mulyono, pada Juli ini wilayah Australia berada dalam periode musim dingin. Sifat dari massa udara yang berada di Australia ini dingin dan kering. Adanya pola tekanan udara yang relatif tinggi di Australia menyebabkan pergerakan massa udara dari Australia menuju Indonesia semakin signifikan, sehingga berimplikasi pada penurunan suhu udara pada malam hari di wilayah Indonesia khususnya Jawa, Bali, NTB, dan NTT.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Herizal mengatakan, fenomena suhu dingin malam hari dan embun beku di lereng pegunungan Dieng lebih disebabkan kondisi meteorologis dan musim kemarau yang saat ini tengah berlangsung.

“Pada saat puncak kemarau, memang umumnya suhu udara lebih dingin dan permukaan bumi lebih kering. Pada kondisi demikian, panas matahari akan lebih banyak terbuang dan hilang ke angkasa. Itu yang menyebabkan suhu udara musim kemarau lebih dingin daripada suhu udara musim hujan,” katanya.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
22 jam lalu

BMKG Ungkap Penyebab Tanggamus Diguncang Gempa Beruntun

23 jam lalu

Gempa Bumi Magnitudo 5,0 Guncang Tahuna Kepulauan Sangihe, Warga Diminta Waspada

24 jam lalu

Gempa Hari Ini M 4,7 Guncang Tanggamus Lampung, Berpusat di Darat

1 hari lalu

Gempa Hari Ini Guncang Gunungkidul DIY, Cek Magnitudo dan Pusat Getarannya

1 hari lalu

Gempa Hari Ini M 5,4 Guncang Karatung Sulut, Tidak Berpotensi Tsunami

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal