Gebyuran Bustaman, Tradisi Perang Air Sambut Ramadan di Semarang

Ahmad Antoni
Warga dari berbagai usia terlibat ‘perang’ air dalam tradisi Gebyuran Bustaman dalam rangka menyambut Ramadan. (Dok iNews.id)

SEMARANG, iNews.id – Ratusan warga antusias mengikuti Gebyuran Bustaman 2023 di kampung Bustaman, Kelurahan Purwodinatan, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Minggu (19/3) sore. Gebyuran Bustaman ini merupakan tradisiperang air dalam rangka menyambut Ramadan.

Dalam tradisi Gebyuran Bustaman, warga mengoles wajahnya dengan bedak berwarna yang bermakna dosa atau kesalahan selama setahun ke belakang.

Tradisi kemudian dimeriahkan tarian tradisional Topeng Ireng dan ibu-ibu yang majelis yang melantunkan Selawat. Selain itu, tradisi ini juga dilakukan secara simbolis memandikan anak-anak dan perang air, termasuk menghilangkan coretan bedak berwarna di wajah.

Air yang dilemparkan dalam bentuk balon berwarna ini, memiliki makna bahwa telah memaafkan kesalahan satu sama lain. 

Tradisi diakhiri dengan acara makan bersama. Menu makanan tahun ini adalah daging kambing ungkep yang diolah masyarakat dan disantap bersama-sama. 

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
4 hari lalu

Duduk Perkara Rumah Irjen Sofyan Nugroho Ambruk Diduga gegara Tetangga, Sudah 7 Tahun Bersengketa

5 hari lalu

Rumah Irjen Sofyan Nugroho di Semarang Ambruk, Diduga Imbas Pembangunan Rumah Tetangga

7 hari lalu

Erupsi Gunung Anak Krakatau, 11 Penerbangan di Bandara Ahmad Yani Semarang Dibatalkan

8 hari lalu

Berawal dari COD HP Rp4,5 Juta, Polisi Bongkar Sindikat Pengedar Uang Palsu di Semarang

8 hari lalu

Tragis! Pasutri Tewas Tertimpa Pohon Tumbang di Jalan Pandanaran Semarang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal