Gebyuran Bustaman, Tradisi Perang Air Sambut Ramadan di Semarang

Ahmad Antoni
Warga dari berbagai usia terlibat ‘perang’ air dalam tradisi Gebyuran Bustaman dalam rangka menyambut Ramadan. (Dok iNews.id)

Wakil Gubernur JatengTaj Yasin Maimoen mengatakan tradisi Gebyuran Bustaman di Kota Semarang ini layak menjadi daya tarik wisata tahunan. 

"Untuk kalender wisata sudah dibicarakan Pak Kadis Pariwisata Kota Semarang,  bahwa ini akan dilakukan, akan dimasukkan ke kalender wisata tahunan," kata Taj Yasin.

Usai mendapat penyambutan dari warga, wagub berkesempatan menyiram beberapa anak sebagai lambang pembersihan diri menyambut bulan suci Ramadan. Setelah prosesi gebyuran selesai, warga serempak melakukan perang air antarsesama.

Dia berpendapat, tradisi ini bisa menjadi contoh, karena mengandung pesan agar sesama manusia tidak boleh menyimpan dendam.

"Warga ini seluruhnya keluar untuk lempar lemparan air, simbol dari apa yang dilakukan Kiai Bustam, untuk memandikan cucunya. Dan yang menarik di sini adalah tidak ada yang boleh dendam, marah atau apa pun, diungkapkan di sini dan ini bentuk untuk membersihkan hati kita,” ujarnya.

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
4 hari lalu

Duduk Perkara Rumah Irjen Sofyan Nugroho Ambruk Diduga gegara Tetangga, Sudah 7 Tahun Bersengketa

5 hari lalu

Rumah Irjen Sofyan Nugroho di Semarang Ambruk, Diduga Imbas Pembangunan Rumah Tetangga

7 hari lalu

Erupsi Gunung Anak Krakatau, 11 Penerbangan di Bandara Ahmad Yani Semarang Dibatalkan

8 hari lalu

Berawal dari COD HP Rp4,5 Juta, Polisi Bongkar Sindikat Pengedar Uang Palsu di Semarang

9 hari lalu

Tragis! Pasutri Tewas Tertimpa Pohon Tumbang di Jalan Pandanaran Semarang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal