Gebyuran Bustaman, Tradisi Perang Air Sambut Ramadan di Semarang

Ahmad Antoni
Warga dari berbagai usia terlibat ‘perang’ air dalam tradisi Gebyuran Bustaman dalam rangka menyambut Ramadan. (Dok iNews.id)

Wakil Gubernur JatengTaj Yasin Maimoen mengatakan tradisi Gebyuran Bustaman di Kota Semarang ini layak menjadi daya tarik wisata tahunan. 

"Untuk kalender wisata sudah dibicarakan Pak Kadis Pariwisata Kota Semarang,  bahwa ini akan dilakukan, akan dimasukkan ke kalender wisata tahunan," kata Taj Yasin.

Usai mendapat penyambutan dari warga, wagub berkesempatan menyiram beberapa anak sebagai lambang pembersihan diri menyambut bulan suci Ramadan. Setelah prosesi gebyuran selesai, warga serempak melakukan perang air antarsesama.

Dia berpendapat, tradisi ini bisa menjadi contoh, karena mengandung pesan agar sesama manusia tidak boleh menyimpan dendam.

"Warga ini seluruhnya keluar untuk lempar lemparan air, simbol dari apa yang dilakukan Kiai Bustam, untuk memandikan cucunya. Dan yang menarik di sini adalah tidak ada yang boleh dendam, marah atau apa pun, diungkapkan di sini dan ini bentuk untuk membersihkan hati kita,” ujarnya.

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
22 jam lalu

Tragis! Lutung Jawa Tersetrum Listrik hingga Tangan Nyaris Putus di Semarang

1 hari lalu

Pohon Besar Tumbang Timpa SDN Sendangmulyo 3 Semarang, Atap Bangunan Rusak

8 hari lalu

Terekam CCTV! Pemuda di Semarang Diserang Celurit lalu HP Dirampas di Depan Rumah

9 hari lalu

Tragis! Ayah Naik Motor Bonceng 2 Anak ke Sekolah Tertabrak Kereta di Semarang, 1 Tewas

15 hari lalu

Meriah! MPLS di SDN Purwoyoso 1 Semarang Undang Badut Sirkus meski Hanya Dapat 3 Siswa

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal