Gurihnya Kue Lepet, Jajanan Jadul di Pemalang yang Sarat Makna dan Filosofi

Aryanto
Lepet, jajanan jadul di Pemalang yang sarat makna dan filosofi. (Aryantoni)

PEMALANG, iNews.id -  Makanan berbahan pokok beras ketan berbungkus daun kelapa ini sudah familiar bagi masyarakat Jawa, khususnya Pemalang. Bentuk lonjong memanjang diikat tali bambu merupakan ciri khas jajanan bernama kue Lepet ini.

Diolah dengan cara yang sederhana, dari bahan beras ketan dicampur santan kelapa dan garam, dibungkus daun kelapa lalu diikat seperti pocong menggunakan tali dari siratan bambu, kemudian dikukus hingga matang.

Konon, menurut orang Jawa, kue ini melambangkan suatu pengakuan diri bahwa manusia memiliki kelepatan (kesalahan), yang sepatutnya harus disadari untuk meminta maaf jika berbuat salah kepada sesama.

Tak heran, jika kue Lepet ini banyak dihidangkan sebagai suguhan tamu pada momen hari raya Idul Fitri. 

Selain bermakna manusia tempatnya salah, kue ini juga mengandung filosofi, bahwa manusia pada akhirnya akan tebujur kaku dan diikat hal nya pocong (manusia akan mati).

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
20 hari lalu

Tak Ditahan, 2 Bocah SD Pelaku Perundungan Maut di Pemalang Dihukum Rehabilitasi

21 hari lalu

Nenek 60 Tahun di Pemalang Tercebur Sumur 12 Meter, Tewas saat Dievakuasi

22 hari lalu

Kronologi 2 Pekerja Bangunan Tewas Tertimbun Longsoran Tebing 4 Meter di Pemalang

22 hari lalu

Tebing Galian Fondasi Longsor di Pemalang, 2 Pekerja Bangunan Tewas Tertimbun

23 hari lalu

Fakta Baru Kematian Bocah SD 7 Tahun di Pemalang, 2 Kakak Kelas Diduga Terlibat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal