Gurihnya Kue Lepet, Jajanan Jadul di Pemalang yang Sarat Makna dan Filosofi

Aryanto
Lepet, jajanan jadul di Pemalang yang sarat makna dan filosofi. (Aryantoni)

PEMALANG, iNews.id -  Makanan berbahan pokok beras ketan berbungkus daun kelapa ini sudah familiar bagi masyarakat Jawa, khususnya Pemalang. Bentuk lonjong memanjang diikat tali bambu merupakan ciri khas jajanan bernama kue Lepet ini.

Diolah dengan cara yang sederhana, dari bahan beras ketan dicampur santan kelapa dan garam, dibungkus daun kelapa lalu diikat seperti pocong menggunakan tali dari siratan bambu, kemudian dikukus hingga matang.

Konon, menurut orang Jawa, kue ini melambangkan suatu pengakuan diri bahwa manusia memiliki kelepatan (kesalahan), yang sepatutnya harus disadari untuk meminta maaf jika berbuat salah kepada sesama.

Tak heran, jika kue Lepet ini banyak dihidangkan sebagai suguhan tamu pada momen hari raya Idul Fitri. 

Selain bermakna manusia tempatnya salah, kue ini juga mengandung filosofi, bahwa manusia pada akhirnya akan tebujur kaku dan diikat hal nya pocong (manusia akan mati).

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
14 hari lalu

Pasar Belik Hangus Terbakar, Pemkab Pemalang Siapkan Pasar Darurat

1 bulan lalu

Siswa SMP Meninggal Diduga Korban Bullying saat MPLS di Pemalang, Keluarga Minta Keadilan

1 bulan lalu

Tragis! Siswa SMPN 4 Randudongkal Pemalang Meninggal, Diduga Korban Bullying saat MOS

2 bulan lalu

Viral 2 Pria Digerebek Warga di Comal Pemalang, Diduga Pasangan Sesama Jenis

3 bulan lalu

Haru dan Bahagia, Menag Nasaruddin Umar Hadiri Nikah Massal Gratis di Pemalang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal