“Saya sepakat diberikan subsidi. Tapi biar itu tepat sasaran maka bisa menyasar pada kebutuhan pokok masyarakat, terutama ekonomi menengah ke bawah. Kebutuhan pokok itu bisa listrik, air, atau biaya pendidikan,” kata Yudi, Senin (15/2/2021).
Menurutnya, subsidi pada kebutuhan pokok itu akan lebih mengena jika dibandingkan dengan bantuan sembako. Justru, bantuan sembako itu bisa saja tetap dilakukan namun sumbernya dari pelaku usaha atau perusahaan.
Namun pemberian subsidi bagi masyarakat tak cuma-cuma semata. Mereka dituntut untuk menjalankan protokol kesehatan dengan disiplin. Menggunakan masker, rajin cuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak.
“Bahkan, penerima subsidi itu bisa dikenai sanksi jika melanggar protokol kesehatan. Mekanisme pengawasan juga bisa diatur,” kata anggota Fraksi Partai Gerindra Jateng ini.