Mukiyanto mengalami syok ringan, sedangkan Sriyatun sempat pingsan setelah kejadian. Petugas gabungan kemudian melakukan evakuasi dan membawa keduanya ke IGD RSUD dr Soeratno Gemolong untuk mendapatkan penanganan medis.
Penanganan di lokasi melibatkan berbagai unsur, mulai dari SPGDT PSC 119 Sukowati, PSC 119 Puskesmas Kalijambe, Ambulans Abimanyu, personel TNI, Polri, PT KAI, Redkar Sragen, Ambulans NU Gemolong, relawan Gemolong, serta warga sekitar.
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih membenarkan adanya insiden kendaraan tertemper KA Majapahit di pelintasan sebidang Kalijambe, Sragen. Mobil pikap tersebut mengalami mogok saat berada di area pelintasan.
"Kereta Api Majapahit tetap melanjutkan perjalanan setelah proses penanganan insiden selesai," kata Feni.
Seluruh awak dan penumpang KA Majapahit dipastikan selamat dan dalam kondisi aman. Perjalanan kereta kembali dilanjutkan sekitar pukul 23.50 WIB. Sementara itu, kendaraan pikap yang mengalami kecelakaan kemudian ditangani oleh pihak kepolisian setempat.
KAI menyayangkan masih terjadinya kecelakaan kendaraan di perlintasan sebidang. Masyarakat diimbau lebih berhati-hati saat akan melintasi jalur kereta api.
"Kami mengimbau masyarakat agar senantiasa berhenti sejenak untuk memastikan jalur aman sebelum melintas, serta tidak melakukan aktivitas di sekitar jalur KA karena berpotensi bahaya tinggi. Keselamatan merupakan tanggung jawab kita bersama," ujar Feni.