KRA Christophorus pun mempertanyakan Tari Bedhaya Ketawang kubu Gusti Moeng, karena Sinuwun sudah menunjuk para penari untuk acara Jumenengan.
"Itu kan pertama yang dicari maling, tetapi kenapa masih ada di sini dan kemudian latihan Bedhaya Ketawang? Itu tarian untuk siapa? Karena di sini masih ada Raja yang sah jumeneng" ujarnya.
KRA Christophorus mengatakan, pihaknya hanya melakukan perintah dari Sinuwun dan apa yang dilakukan oleh LDA itu menyalahi aturan keraton.
"Kami nanti akan melakukan musyawarah untuk itu semua. Karena tata cara ini tidak dibenarkan," ujarnya.