"Selesai masang baliho terus masang bendera di gapura sama tiang listrik dikasih dua-dua jadi empat bendera. Setelah itu saya pulang, la saya buka hp, tiba-tiba dia (JS) masuk tanpa permisi bilang koe seng akon masang bendero sopo (kamu yang nyuruh pasang bendera siapa), tangannya langsung maju secara mendadak," ujarnya.
Akibat dari pemukulan itu, Suparjiyanto mengaku mengalami luka lebam di pipi sebelah kanan dan kepala pusing. Hingga saat ini Suparjiyanto masih menjalani perawatan di RS Pantiwilasa Citarum.
Terpisah, JS yang akrab disapa Joko Joss mengatakan bahwa kasus dugaan pemukulan kepada Suparjiyanto yang dituduhkan kepadanya adalah fitnah.
Joko menyebut, saat itu dirinya memang mendatangi rumah Suparjiyanto. Di situ pihaknya ingin mengklarifikasi terkait pemasangan bendera PDIP hanya di RT 3 RW 4 Kelurahan Bandarharjo.
"Enggak bener itu (pemukulan), itu fitnah. Saya memang datang kerumahnya, ada saksi bahwa saya tidak melakukan pemukulan," tegasnya.