Makam Wali dan Sesepuh di Pekalongan Akan Dibuat Situs Cagar Budaya 

Suryono Sukarno
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi saat memberikan tausiah pada acara haul Mbah Nurul Ama, da Sesepuh Kranji di Kabupaten Pekalongan. (Foto: iNews.id/Suryono)

PEKALONGAN, iNews.id – Makam para wali dan sesepuh di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah akan dijadikan situs cagar budaya. Hal tersebut dilakukan agar unsur-unsur budaya dan religiusitas masyarakat di Kota Santri semakin kuat.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengatakan, pemimpin di Kota Santri sejak zaman dahulu memegang teguh dan melestarikan budaya. "Bupati Pekalongan dari zaman Belanda merupakan orang yang pintar dalam menejemen pemerintahan, selain itu menjunjung tinggi tradisi keagamaan dan budayanya," kata Asip dalam peringatan Haul Mbah Nurul Anam dan Sesepuh Kranji, di Dukuh Kranji, Kelurahan Kedungwuni Timur, Kecamatan Kedungwuni, Rabu (20/3/2019).

Bupati menjelaskan, kini tugasnya untuk meneruskan perjuangan bupati yang lebih dahulu memimpin Kabupaten Pekalongon. "Saya diberi tugas untuk memimpin dan mensejahterakan masyarakat Kota Santri, dan akan saya lakukan sebaik-baiknya. Budaya dan tradisi para leluhur akan terus kami lestari termasuk haul dan tahlil," paparnya.

Menurut Bupati, Pemkab Pekalongon akan membangun kembali makam para wali dan sesepuh. "Jika sudah menjadi situs cagar budaya makam para wali dan sesepuh akan terlindungi, karena sudah masuk dalam undang-undang,” ujarnya.

Dia menuturkan, Kabupaten Pekalongan merupakan daerah subur, Kecamatan Kasesi, Bojong dan Sragi dulu menjadi lumbung padi untuk pasukan Mataram. Hal tersebut juga berkat perjuangan para sesepuh, dan perjuangan mereka akan kami teruskan.

Bupati Asip Kholbihi juga berpesan agar masyarakat menjunjung tinggi kerukunan jelang pelaksanaan Pemilu dan tidak mudah terpecah-belah. "Karena kerukunan merupakan syarat untuk melaksanakan kegiatan keagamaan dan pelaksanaan pelayanan pemerintah ke masyarakat," katanya.

Haul Mbah Nurul Anam dan Sesepuh Kranji selalu diselenggarakan tiap tahun. Untuk kali ini menghadirkan KH Fatkhurrohman dari Banyumas sebagai penceramah dan dihadiri oleh Maulana Habib Baqir Ahmad Al Athos, Rois Syuriah PCNU Kabupaten Pekalongan KH Muhammadun Jundi beserta para kiai dan ribuan jamaah dari dan luar wilayah Kabupaten Pekalongan. 

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Tampang Pimpinan Padepokan Padang Ati Pekalongan yang Diduga Cabuli Puluhan Santriwati

57 tahun lalu

Pimpinan Padepokan Padang Ati Pekalongan Ditangkap, Diduga Cabuli Puluhan Santriwati

57 tahun lalu

Libur Panjang, Pantai Wonokerto Pekalongan Dipadati Ribuan Wisatawan

57 tahun lalu

Polisi Musnahkan Ribuan Petasan hingga Balon Udara Hasil Sitaan di Pekalongan

57 tahun lalu

Jurnalis Protes Buang ID Card usai Diusir Liput Arahan Gubernur Pasca-OTT Bupati Pekalongan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal