Pembatik di Semarang Manfaatkan Pewarna Alami, Hadirkan Batik Bernilai Jual Tinggi

Taufik Budi
Pembatik di Semarang menggunakan bahan pewarna alami untuk kain. Foto: iNews/Taufik Budi.

SEMARANG, iNews.id – Pembatik di Semarang memanfaatkan beragam tanaman di sekitarnya sebagai bahan pewarna alami untuk kain. Selain memunculkan warna-warna cantik, pewarna alami juga ramah lingkungan dan tidak membahayakan kesehatan kulit.

Tanaman yang dimanfaatkan antara lain pohon ketapang yang selama ini menjadi peneduh di lingkungan rumah. Daun ketapang bisa dimanfaatkan sebagai bahan pewarna alami kain batik. 

Caranya cukup mudah, yakni petik daun-daun ketapang dan lepaskan dari rantingnya. Lalu rebus menggunakan air tanpa campuran apa pun. Komposisinya untuk satu kilogram daun dan 10 liter air. 

Rebusan hingga air menyusut menjadi 5 liter. Untuk itu, besarnya api dan lama perebusan sangat menentukan poses perebusan. 

“Tunggu hingga dingin dan air rebusan daun ketapang siap digunakan sebagai bahan pewarnaan,” kata Dewi Handayani, salah satu pembatik warna alami, Selasa (7/9/2021). 

Editor : Ary Wahyu Wibowo
Artikel Terkait
20 hari lalu

Bukan di Kain, Kali Ini Batik Dilukis di Atas Keramik

2 bulan lalu

Imbas Erupsi Anak Krakatau, 23 Penerbangan di Bandara Ahmad Yani Semarang Dibatalkan

4 bulan lalu

Seru! Siswa Baru SMP di Semarang Berebut Bangku Terdepan saat MPLS

5 bulan lalu

Demo di Semarang, Mahasiswa Blokade Jalan dan Ajak Pengendara Bunyikan Klakson

6 bulan lalu

Kecelakaan Beruntun di Turunan Exit Tol Bawen, Truk Tronton Rem Blong Tabrak 3 Kendaraan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal