Polisi juga menemukan fakta bahwa salah satu tersangka merupakan residivis kasus narkoba. Tersangka tersebut diketahui baru bebas pada 2025 setelah menjalani hukuman sejak 2021.
"Peredaran narkotika adalah kejahatan terorganisir yang terus merekrut pelaku, termasuk mantan narapidana. Kami tidak akan berhenti hingga seluruh mata rantai mulai dari kurir, pengedar, hingga bandar," ucapnya.
Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jo Pasal 20 huruf c UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP jo UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.
Selain itu, keduanya juga dijerat Pasal 609 ayat (2) huruf a jo Pasal 20 huruf c UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP jo UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana dengan ancaman pidana sesuai aturan yang berlaku.