Fasilitator Nasional Anti Perundungan dan Sahabat Karakter Puspepeka Kemendikbudristek, Kusfitria Marstyasih mengatakan santri juga penting menyuarakan kampanye anti bullying atau perundungan.
Menurutnya, masyarakat umum juga perlu tahu kehidupan di pondok pesantren ternyata iklimnya juga nyaman dan juga cukup dinamis.
Sehingga kepercayaan masyarakat juga tidak gampang tergeser oleh stigma- stigma tertentu atau yang belakangan in muncul dan membuat gerah telinga masyarakat maupun warga pondok pesantren.
Kemudian pemahaman serta pengetahuan tentang perundungan juga penting disampaikan teman- teman di pondok pesantren. “Sebab hanya karena ketidaktahuan, kadang mereka juga tidak menyadari bahwa mereka sedang melakukan perilaku perundungan,” ujarnya.
Sementara itu, Communication for Depelopment Officer Unicef Indonesia, Emeralda Aisha berharap, para santri dapat memanfaatkan dengan baik kesempatan mengikuti workshop sehari ini.
Menurutnya, para santri dan pondok pesantren dapat memanfaatkan pelatihan ini untuk meningkatkan kapasitas, khususnya dalam menyebarkan pesan- pesan kebaikan kepada masyarakat yang lebih luas.
“Sehingga, pesantren akan berperan dan berkontribusi yang besar di era digitalisasi seperti sekarang ini, melalui penyajian konten- konten yang positif dan menarik,” katanya.