Meski sempat menolak menandatangani karena bersedia membayar biaya pengobatan mandiri, kata dia, formulir tersebut akhirnya ditandatangani agar pasien segera mendapat kamar.
Setelah dipastikan mendapat kamar, ia mengungkapkan, Samuel ternyata justru dibawa ke ruang isolasi, bukannya ruang HCU, dengan alasan hasil tes cepat Covid-19 menunjukkan reaktif.
Ia mengatakan keluarga tidak mengetahui kondisi ruang isolasi serta tidak bisa bertemu dengan pasien selama dirawat. Namun, ia masih terus berkomunikasi dengan anaknya itu melalui pesan WhatsApp.
Erin terakhir kali berkomunikasi pada 2 November, sebelum mendapat kabar anaknya telah meninggal pada 3 November pukul 00.10 WIB.
"Kami tidak tahu apa yang terjadi di dalam kamar isolasi itu karena dua kali swab hasilnya negatif dan foto toraks paru-parunya bersih," katanya.