Di samping pondok sudah ada SOP untuk kejadian seperti itu, kami sudah koordinasi dengan Kapolres serta pihak terkait untuk menangani kasus ini.
Pihak pesantren juga menyatakan terbuka dalam penanganan kasus tersebut dan mendukung proses yang berjalan. Sebelumnya, pihak pondok sempat mempertemukan keluarga korban dengan pihak terduga pelaku untuk mencari penyelesaian.
"Kami selalu terbuka apa adanya dan mendukung sikap-sikap tidak terpuji. Kami mengedepankan perdamaian agar kedua pihak saling menerima," ujarnya.
Menurut pihak pesantren, peristiwa tersebut diduga bermula dari candaan yang melewati batas. Namun, pihak pondok menegaskan kekerasan tetap tidak sejalan dengan nilai yang diterapkan di lingkungan pesantren.
"Permasalahannya candaan yang melewati batas, apa pun sebabnya tindakan semacam itu tidak sesuai dengan semangat pesantren dan nilai-nilai keislaman," ujarnya.