Tradisi Saparan di Lereng Merbabu, Warga Open House dan Tamu Wajib Makan

iNews
Tradisi Saparan di Dusun Wates, Desa Wates, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, terus dilestarikan sebagai bagian dari Merti Dusun. (Foto: iNews Joglo Semar/ Taufik Budi).

“Karena itu satu untuk perekat. Kemudian yang kedua menunjukkan antara putih dan hitam itu menyatu. Itu jadi satu. Jadi mesti ada jadahnya juga harus ada wajiknya atau ada jenangnya,” ucapnya.

Sementara itu, warga Dusun Wates, Gunawan Tri Rahmadi menuturkan bahwa Saparan merupakan peringatan merti dusun atau hari jadi desa yang rutin digelar setiap bulan Sapar berdasarkan penanggalan Jawa.

“Kalau Saparan ini ibaratnya hari jadi, hari jadi desanya sendiri itu kan pas mereka rata-rata jatuh di bulan Sapar. Makanya disebut Saparan,” kata Gunawan yang juga anggota DPRD Kabupaten Semarang.

Menurutnya, setiap dusun memiliki hari pelaksanaan yang berbeda. Khusus Dusun Wates, tradisi Saparan digelar setiap Senin Kliwon pada bulan Sapar.

“Dusun Wates ini harinya Senin Kliwon. Jadi setiap bulan Sapar, Senin Kliwon ini yang kita ambil sebagai hari merti dusunnya,” ujarnya.

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
3 bulan lalu

Pacu Jawi Minangkabau, Adu Ketangkasan Joki dan Kecepatan Sapi di Sawah Berlumpur

5 hari lalu

Kerangka Jenazah Mozza Axillia Tiba di Rumah Duka, Disambut Tangis Keluarga dan Pelayat

8 hari lalu

Terungkap! Motif Pelaku Bunuh Mozza karena Cemburu, Jasad Dibuang di Tol Semarang

8 hari lalu

Gelar Tahlilan, Keluarga Harap Bukan Mayat Mozza yang Ditemukan di Tol Semarang

8 hari lalu

Kronologi Mayat Mozza Ditemukan Tinggal Kerangka di Tol Jangli Semarang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal