Jadi sambil menunggu hasil lab, kata dia, jenazah dipeti dan dimakamkan pihak RS sesuai protokol Covid.
"Kan tidak mungkin menunggu hasil lab PCR yang kadang baru terbaca rata-rata 1 hingga 3 hari, padahal jenazah harus segera dimakamkan,” ujar Zainal.
Lebih lanjut, dia meminta Moeldoko dan Ganjar mencari solusi supaya Laboratorium Biomolekuler PCR diperbanyak di daerah-daerah. Tujuannya, rumah sakit bisa cepat mengeluarkan hasil pemeriksaan PCR, terkonfirmasi positif Covid-19 atau negative dalam waktu 4-6 jam.
“Coba Moeldoko dan Ganjar menambah kuota pemeriksaan, yang biasanya 2 sif menjadi 3 sif, misalnya. Juga menambah SDM baik itu dokter, analis maupun tenaga administrasi. Tentunya harus siapkan anggaran lebih besar juga,” kata Zainal.