Kasus 46 laki-laki (22) warga Bantul, kasus 47 laki-laki (29) warga Sleman, kasus 48 laki-laki (69) warga Sleman; dan kasus 49 perempuan (65) warga Sleman. Meski sudah ada 49 kasus, satu kasus di tarik ke Jawa Tengah, karena pasien dari wilayah tersebut.
“Sebagian kontak dari Jakarta dan Surabaya, dan ada yang kontak dari jakarta dan masih dalam konfim tracking Kabupaten Sleman,” kata Berty.
Selain ada penambahan tujuh kasus, tim juga mencatat masih ada 498 pasien dalam pengawasan (PDP) di mana masih ada 132 yang dalam perawatan.
Dari total 49 positif, ada 13 yang sembuh dan 168 negatif. Sedangkan yang masih dalam prses menunggu hasil uji lab ada 282 kasus dan 14 diantaranya sudah meninggal dunia.
Kepala Balai Besar Teknil Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta Irene mengatakan, di DIY saat ini sudah ada tambahan dua lab untuk melakukan pengujian atas sampel. Dari tujuh kasus, enam di antaranya hasil uji lab di BBTKLPP.
“Enam dari hasil uji kita dan mudah-mudahan dengan penambahan lab hasilnya tidakl terlalu lama,” ucapnya.